Wednesday, February 18, 2015

Karena Nila Setitik, Jatuh Harga Bukunya



Minggu kemarin, saya beserta anak dan suami pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Saat perjalanan pulang, kami melewati perempatan dimana banyak sekali penjaja keliling yang menawarkan barang kebutuhan anak. Ooh pantas, karena masih di daerah Ragunan, jadi mereka menganggap pengunjung kebun binatang mayoritas anak-anak.

Dari semua penjual yang mampir ke jendela mobil, satu yang menarik perhatian saya, yaitu penjaja buku jenis boardbook (buku yang halamannya karton tebal, sehingga mudah dibuka oleh bayi dan balita). Sekali melihat, saya langsung tahu itu buku bagus. Warnanya menarik, ilustrasinya bagus. Maklum, saya pecinta buku anak sekaligus berbisnis buku anak :p

Sebelum saya buka jendela, mungkin si bapak penjual sudah mengendus ketertarikan saya, dan berkata, “Ayo Bu Haji, buku anak bagus..!” Hahahah… Dalam hati sempet bertanya-tanya sih, bagian mananya yang mirip Bu Haji? Ah, sebelum pikiran negatif muncul (bu haji = tampak tua), saya aminkan saja, wong saya juga pengen naik haji, hehe.

Akhirnya suami membuka jendela dan bertanya harga. Si bapak menjawab Rp 50.000. Saya langsung tidak jadi beli. Lalu ia menurunkan harga menjadi Rp 40.000. Saya tetap menggeleng karena harapan saya bukunya tidak semahal itu. Ketika jendela hampir ditutup, ia pun berkata “maunya berapa”. Saya jawab saja Rp 25.000, eeh..ternyata boleh! Walaupun awalnya tidak berniat membeli, transaksi terjadi juga. Pertama karena tergoda barang murah, kedua karena kasihan sama si bapak yang sudah berpanas-panas menjajakan buku, ketiga hitung-hitung beramal pada yang doain saya naik haji :D

Ketika buku sudah di tangan, saya baru sadar bahwa buku ini harganya seharusnya tidak segini. Kondisi masih baru, judul Jazz For Fun tebitan BIP (Kelompok Gramedia), dilengkapi CD lagu yang dihiasi nama-nama beken seperty Ermy Kulit, Benny Likumahuwa, dan Margie Segers. Mungkin kondisinya cacat, jadi murah, pikir saya awalnya, yang ternyata tidak terbukti karena bukunya jelas masih mulus dan bukan bekas. Sampai kemudian, saya pun berujar pada suami, “Bukunya bagus lho, Yah.. Angelina Sondakh nyanyi juga nih!” (dan Angie juga yang menulis buku ini ternyata).

Suami saya pun berkomentar, “Kasian ya, mungkin gara-gara kena kasus jadi bukunya murah.”

Saya yang tadinya tidak berpikir sejauh itu, jadi seperti mendapatkan jawaban logis. Memang sih, itu hanya dugaan saya dan suami. Sewaktu saya amati lagi buku tersebut, ada bonus stiker begambar alat musik yang dua diantaranya sudah tertempel di buku dengan letak yang random. Ternyata, stiker tersebut sengaja ditempel untuk menutupi nama Angelina Sondakh di bagian cover dan belakang sampul. Tahun terbit buku pun digores sampai hilang…

Jadi, kemungkinan besar yang terjadi adalah proyek buku dengan penerbit dibatalkan karena sang penulis terjerat kasus korupsi, sementara buku sudah siap terbit (atau malah sudah sempat terbit?). Kalau memang iya, sayang sekali. Di luar kasus yang menimpa Angie, saya sebagai pembeli menilai buku ini adalah ide yang brilian. Buku ini bukan buku cerita, melainkan buku berdasarkan lirik lagu anak Indonesia dengan ilustrasi dan lagu anak yang dinyanyikan dengan aliran musik jazz. Seru!

Setidaknya, masih ada orang-orang yang peduli dengan lagu anak (yang kini sudah tidak ada lagi) dan mengemasnya secara berbeda. Sayang kan, kalau anak kita tumbuh dengan lagu cinta-cintaan maupun jingle iklan?

So, Mbak Angie, walaupun Anda berada di tempat yang tidak menyenangkan saat ini, saya merasa senang membeli buku Anda and I hope it makes you feel better :)




Categories:

0 komentar:

Post a Comment