Wednesday, June 17, 2015

Tidur Nyenyak, Tanpa Nyamuk

Ada satu hal yang saya sukai dari musim hujan, yaitu udara dingin saat tidur malam. Maklum, kamar saya tidak ada AC-nya. Selain kamar menjadi “seperti ber-AC”, nyamuk juga enggak mampir ke kamar. Kebetulan, kamar tempat saya, suami, dan anak saya tidur jendelanya tidak bisa tertutup sempurna. Sepertinya masalah kualitas kayu dan pemuaian, sehingga ada celah yang sebetulnya kecil namun cukup untuk nyamuk menyelinap masuk. Bisa ditebak, kalau musim hujan berlalu, saya pun menjadi mosquito hunter.

Masalahnya sekarang, musim hujan dan kemarau itu tidak jelas kapan mulainya. Sampai hari ini, di tempat tinggal saya masih saja hujan setidaknya sekali dalam seminggu. Sisanya, hawa panas. Kalau musim tidak jelas seperti ini, malam hari bisa diduga hawanya gerah luar biasa. Kalau pintu kamar saya buka, nyamuk masuk. Kalau saya tutup, nyamuk masih masuk juga..! Memang sih, tidak sebanyak kalau pintu dibuka, tetapi sudah saya nyalakan standing fan pun, nyamuk masih berkeliaran juga.

Sempat pusing, itu jelas. Kalau kita orang dewasa, biasanya gigitan nyamuk bisa membuat terbangun. Kita tepuk, nyamuk mati. Eh, tapi suami saya sih tetap saja tidur walau digigit tiga nyamuk dalam waktu bersamaan, hehe... Yang enggak tega adalah kalau Aksa yang digigit nyamuk. Mungkin karena masih anak-anak kali ya (umurnya hampir 2 tahun) jadi tidur-tidur aja walau digigit nyamuk. Begitu kerasa gatel, a.k.a setelah nyamuknya puas dan kenyang, baru deh Aksa rewel. Setahu saya, dia belum bisa refleks menggaruk, tetapi biasanya badannya bergerak kesana kemari sambil merengek dan menyentuh beberapa bagian tubuhnya. Itu bisa terjadi lebih dari tiga kali semalam.

Obat nyamuk? Jelas sudah saya pakai. Pertama pakai yang spray, disemprot setengah jam sebelum kamar dipakai tidur. Kalau nyamuk lagi low season sih bisa bertahan sampai tengah malam saja. Setelah itu ya sudah hilang efeknya, apalagi jendela saya menyediakan shortcut buat para nyamuk untuk masuk. Gorden udah enggak mempan menghalangi celah jendela. Kalau lagi peak season, saya bisa hopeless, obat nyamuk spray enggak mempan. Saya bisa terbangun berkali-kali hanya untuk berburu nyamuk. Sedih plus gemes rasanya, kalau kita keluar kamar dan kembali sejam kemudian melihat nyamuk yang sudah gendut-gendut sedang enak-enak “nangkring” di dahi anak saya.

Terlihatkah dua nyamuk gendut di tepi rambut pelipis dan tangan kiri Aksa? 
Sebelum obat nyamuk semprot, saya juga pernah pakai obat nyamuk bakar. Kekurangannya memang bau asap dan tidak aman. Saya takut saja kalau anak bangun lebih dulu daripada saya dan mainan obat nyamuk. Tingkat efektifitasnya juga masih kalah sama tipe spray. Kalau yang spray, anak saya suka memaksa masuk kamar ketika aromanya belum memudar, sehingga saya kuatir zat kimia tersebut berefek tidak baik bagi pernapasannya.

Akhirnya saya coba Baygon Liquid Elektrik. Seperti anjuran di boks, saya nyalakan 30 menit sebelum jam tidur. Ketika masuk kamar, yang saya suka adalah aromanya: hanya tercium ketika kita dekat dengan alatnya. Saat di kasur, saya sudah tidak bisa menciumnya karena baunya cukup lembut. Tombol pengatur saya set di tanda “+” karena nyamuknya termasuk banyak. Alhamdulillah, sejak saya pakai tiga minggu lalu, tidak ada lagi adegan berburu nyamuk di badan anak ataupun membersihkan sprei dari noda darah nyamuk gendut. Kalaupun Aksa terbangun, hanya sebatas minta ASI dan kemudian tidur lagi. Yeayyy..!

Tidur nyenyak, tanpa nyamuk. Background: Baygon Liquid Elektrik tertancap manis :)
That’s why it took me a while to post this, soalnya saya hanya memastikan Baygon Liquid Elektrik benar-benar perlindungan anti nyamuk yang tepat untuk kamar anak. Saya rasa tiga minggu sudah cukup untuk mengetes keampuhan obat nyamuk ini, apalagi hujan dan panas datang silih berganti dalam kurun waktu tersebut. Saya tidak lagi kuatir soal bau menyengat obat nyamuk, karena selain aromanya tidak keras, Baygon Liquid Elektrik juga tanpa asap dan tanpa repot. Saya tinggal tancapkan saja, selesai. Kadang, tengah malam saya lepas dan saya nyalakan fan karena hanya ada satu colokan di kamar. Alhamdulillah (lagi), walau sudah saya lepas, tidur saya dan anak tetap tanpa nyamuk sampai pagi.

For me, it is reccommended. Harganya juga terjangkau, di bawah Rp 20.000 dan bisa dipakai hingga 45 hari. Baygon Liquid Elektrik saya malah masih tiga per empat isi, irit yah.. Sekarang, tugas membuat anak tidur nyenyak tanpa nyamuk sudah selesai. PR berikutnya adalah, membuat anak tidur nyenyak tanpa...ASI! *langsunggalau*



This post is a part of #TUMBaygonBlogCompetition


0 komentar:

Post a Comment