Friday, October 14, 2016

Weekday Getaway di Eastparc Hotel Jogja

Setelah seminggu lebih berkutat dengan acara packing dan unpacking pindah rumah, suami memberi hadiah istimewa: menginap di hotel. Yeayyy..! Kebetulan, kantornya memiliki voucher menginap di Hotel Eastparc Yogyakarta. Betul, ini ceritanya gratisan.

Lokasi hotel hanya sekitar 2 km dari rumah orangtua saya, dan tidak sampai 1 km dari rumah adik saya (inilah enaknya Jogja, mana-mana dekat). Saya sendiri tidak tahu Eastparc tergolong hotel bintang berapa, berapa rate harganya, dsb. Niat saya hanya ingin datang dan menikmati hidup di sana, haha..

So, saya, suami, dan anak datang sekitar jam 2 untuk check in. Saya sengaja meminta suami check in sendiri sementara saya dan anak yang sedang tertidur menunggu di mobil dulu karena tidak ingin menunggu terlalu lama di lobby (ada beberapa hotel yang membutuhkan waktu lumayan untuk mempersiapkan kamar). Ternyata, tidak sampai 15 menit suami sudah turun lagi dan kami pun langsung membawa barang-barang ke dalam hotel. Karena kamar berada di gedung belakang (gedung depan khusus untuk meeting rooms) sementara lift di basement hanya terhubung ke gedung depan, jadilah saya menggotong dua travel bag yang lumayan beratnya untuk bumil menaiki tangga ke lobby sementara suami membawa ransel sembari menggendong anak.

Sampai di lobby, sudah ada seorang mbak yang menyambut kami dengan ramah dan menunjukkan jalan menuju kamar. Si Mbak (mungkin dia customer relations dan sejenisnya) juga menjelaskan cara memakai kartu akses untuk memasuki area hotel, lokasi kolam renang dan sarapan untuk besok, serta sempat menyapa anak saya yang akhirnya terbangun. Saya merasa seperti tamu agung, hehe..soalnya di hotel lain nggak pernah disambut seperti ini.

Akhirnya kami pun naik ke kamar di lantai 5. Begitu melihat ke dalam kamar….wow. Di luar ekspektasi saya. Ukuran kamarnya terlihat cukup besar, dilengkapi dengan balkon. Oh ya, saya mendapat kamar tipe Deluxe Room, yang saat itu sedang promo dengan harga Rp 820.000 semalam. Tempat tidurnya terlihat mewah dengan dekorasi bantal suede merah dan coklat, belum termasuk bantal tidur 4 buah yang besar dan empuk.







Bagaimana dengan kamar mandi? Saya juga suka…! Pintunya seperti lemari, dengan dua tipe shower, posisi kloset yang ngumpet (terlindung tembok dan lukisan), toiletries yang lengkap (shower capnya pun dilengkapi karet rambut), hairdryer, dan….tali jemuran. Serius, ini pertama kali saya liat tali jemuran di kamar hotel (iya saya memang katro’ haha). Bentuknya seperti tombol alarm, ternyata kalau ditarik jadi tali. Bagus lah, bisa jemur baju renang basah disini.




Keluar dari kamar mandi, ada lemari yang cukup besar. Sisi kiri berisi safety box, laci untuk laundry dan sandal hotel, serta dua bathrobe. Sisi kanan berisi…setrika dan papannya! Saya kemudian membayangkan cucian kering yang menumpuk di rumah mertua. Kalau saja saya tahu ada setrikaan disini, saya setrika di sini sambil menunggu suami pulang kerja haha..



Ketika suami kembali ke kantor, tinggallah saya berdua dengan si anak di kamar. Mau berenang tetapi baju renang saya baru bisa diantar nanti malam. Akhirnya saya menyalakan televisi sambil mengetes keempukan bantal dan kasur, sementara anak saya membongkar tas mainannya ke lantai. Mendadak mata saya tertuju ke bawah TV. Ada dua benda yang belum saya amati, yaitu sekotak kecil bakpia dan timbangan digital. Saya pun dengan semangat mencoba timbangan. Bakpia saya coba di rumah setelah pulang, dan rasanya enak banget! Ukurannya memang relatif kecil tetapi sangat lembut, dengan 6 rasa. Merknya Bakpia Jogja dengan logo Tugu Jogja.



Untuk mencegah anak terhipnotis di depan layar televisi, saya pun mengajak Aksa keluar kamar melihat-lihat fasilitas hotel. Kami bertemu lagi dengan Si Mbak yang mengantar kami tadi, dan dia masih ingat nama anak saya lho. Kami pun melihat-lihat kolam renang dan memutuskan untuk bermain di playground. Playgroundnya bagus..! Selain mainannya lengkap, kondisinya pun bersih dan terawat dan asri. Kebetulan hari itu adalah Senin, sehingga hotel relative sepi dan semua fasilitas berasa milik sendiri. Sembari Aksa mencoba semua mainan di playground, saya melongok ke sebelah playground yang ternyata area kebun hidroponik. Baru esoknya saya tahu bahwa kebun ini sudah pernah panen beberapa sayuran untuk keperluan restoran hotel. That’s really cool. Beberapa kali pun saya sempat berpapasan dengan kupu-kupu di depan restoran dan lebah di playground.





Meskipun terinterupsi oleh hujan, saya cukup puas bisa mengajak Aksa bermain di playground dan berkeliling hotel. Acara selanjutnya adalah mandi sore (yang ini selalu butuh strategi, apalagi kamar mandinya bukan yang di rumah sehingga butuh ekstra bujukan). Alhamdulillah, setelah Aksa merasakan hangatnya air shower, ia malah tidak mau berhenti. Maaf ya, untuk kali ini prinsip hemat air saya abaikan, karena saya lihat ia mulai berani memasukkan kepalanya ke bawah pancuran. Biasanya kalau keramas pun harus menengadah agar wajahnya tidak terguyur air #emakgaktegaan.

Sorenya, kami masih sempat menikmati langit Jogja di teras dan mencari pesawat kesukaannya, nyemil sambil nonton TV, main di kasur, dan bermain mobil-mobilan dengan lintasan di bangku sebelah meja kopi, hingga ayahnya datang.

Keesokan harinya, kami turun untuk sarapan di Verandah Alfresco. Kebetulan ada rombongan dari Epson sehingga restoran terlihat cukup penuh. Untungnya di dalam lebih lengang (restoran ada yang di teras dan ada yang di dalam ruangan), sehingga kami memilih untuk di dalam saja dan tidak ada asap rokok. Setelah mengelilingi seluruh meja sajian, ternyata menu di teras dan di dalam berbeda. It means, pilihan menunya buanyaaaak sekali…! Sajian di teras mostly masakan nusantara seperti gudeg, bubur, nasi kuning, mie kuah (ada juga jamu dan wedang ronde), sementara di dalam lebih internasional seperti sosis, beef bacon, roti dan pastry, sushi, dimsum, takoyaki, dessert, sereal, dan jus buah.



Dengan modal perut bumil, saya cukup pede mondar-mandir makan berkali-kali, hehe.. Secara kelengkapan menu dan kesigapan pramusaji mengambil piring kotor, saya beri nilai 9. Secara rasa, saya beri 7,5 kali ya.. (suami saya malah menilai sajiannya tidak ada masalah dalam hal rasa). Buat saya sih kurang nendang sedikiiiit aja tastenya. Banyak makanan yang enaknya ketika disajikan meleleh atau sebaliknya, tetapi disajikan di suhu ruangan. Misalnya takoyaki. Karena sudah dingin, ya terasa adonannya gitu. Dessert muesli juga, karena tidak terlalu dingin jadi agak jemek-jemek di lidah. Di egg station, saya baru mau order sesuai topping pilihan, eeeh sudah dikasih yang jadi. Ketika dinikmati ya otomatis sudah tidak mengepul, sementara dalamnya kan creamy. Baiklah..

Beberapa menu yang saya suka adalah tomat yang diisi seperti keju parmesan dan ditutup mozzarella lalu dipanggang, tapi saya lupa namanya. Mie kuahnya juga segar (saat memilih toppingnya pun saya sangat terbantu oleh “chef” yang masih PKL), enggak rasa MSG, dan diantar sampai meja. Sushi juga cukup enak (dan saya bisa menikmatinya karena bukan daging mentah), salad yang diletakkan di gelas kecil, plus jus kiwi.



Setelah selesai makan, ada seorang customer relations yang mendatangi meja kami dan mengajak ngobrol, small talks sampai bertanya tentang kesan kami di hotel ini. Untuk hotel baru di Jogja, adanya petugas semacam ini cukup efektif untuk perkembangan hotel lho. Soalnya kalau mengisi kartu saran, tidak semua customer sempat ataupun bersedia.

Setelah itu kami kembali ke kamar untuk berganti baju renang. Thanks to the bathrobes, sehingga saya tidak perlu bawa baju ganti ke area kolam renang. Oh ya, sebelum sarapan, saya sempat melongok fitness center yang terletak di tepi kolam renang anak, sekaligus menjemput suami yang sedang menjajal fasilitas di sana. Tempatnya kecil tetapi cukup lengkap. Baik kolam renang maupun fitness center hanya ditujukan untuk tamu hotel, sehingga kita tidak bisa datang untuk berenang saja. Kolam renangnya ada dua bagian, untuk dewasa sedalam 1,2m dan untuk anak 0,6 meter. Ada perosotan untuk anak dan pelampung (tetapi bukan ban). Airnya pun bersih walau dikelilingi pepohonan. Setelah puas berenang, kami pun ke playground (karena suami saya belum sempat melihat).



Sampai di kamar, mata sudah berat rasanya. Setelah mandi, kami masih sempat makan (saya sempat power nap 30 menit) hingga akhirnya tiba saatnya check out.

Alhamdulillah, senang bisa dapat kesempatan menginap di Eastparc. Kalau ditanya apakah hotel ini recommended, saya jawab ya. Masalah makan, itu selera ya. Tapi pelayanan dan fasilitas, dua jempol deh. Sebanding dengan harganya (apaan, orang saya ga bayar). Hotel ini juga sangat ramah anak. Lokasinya pun strategis, dekat bandara, tempat makan pun tinggal memilih di seberang jalan. Mau McD tinggal melangkah 200 meter. Saya pun sempat melihat petugas hotel mengantar delivery HokBen untuk tamu hotel. 

Sip lah. 


2 comments:

  1. Huaaaaa.. Mahal jugak ya Mbak, harga semalemnya. Tapi syukurlah dapet gratisan. Gak ada sarapannya po? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, yang penting gratisss...ada kok beb sarapannya :)

      Delete