Friday, March 3, 2017

Belanja Buku Anak dengan Jastip








Sebagai pecinta buku anak, saya selalu mupeng kalau melihat buku anak bagus dan murah, apalagi impor. Karena itu, sebagian akun instagram yang saya follow adalah online bookshop yang menjual buku anak. To be honest, saya hampir tidak pernah membeli buku di akun akun tersebut. Saya tipe orang yang cukup senang hanya dengan cuci mata, dan membeli ketika ada best deal atau kalau memang benar-benar kepengen. Selain itu, memfollow IG toko buku online menjaga mimpi saya untuk kembali berjualan buku anak impor agar tetap ada dan bisa kembali terwujud, hehe

Suatu hari, salah satu olshop tersebut mengadakan sejenis live shopping. Mereka akan belanja buku dan mengupload buku-buku yang kira-kira menarik. Siapa yang mengetik kata “fix” pertama kali di kolom komentar berhak membeli buku tersebut. Tentu saja, ada tambahan jastip alias jasa titip. Misalnya, satu buku harganya Rp 20.000 ditambah jastip Rp 5000, maka total harga buku adalah Rp 25.000 belum termasuk ongkos kirim.

Iseng-iseng saya mengikuti live shopping tersebut. Oh my, ternyata bukunya tergolong murah dan bagus. Oh ya, buku yang saya maksud di sini adalah buku anak impor kondisi bekas ya. Sebagai sesama penjual buku sejenis, saya tahu harga dan menurut saya this is a good deal. Saya berhasil mendapatkan buku karangan Rod Campbell, yang terkenal dengan Dear Zoo nya, dan juga seri Elmer si gajah kotak-kotak karangan David McKee dengan harga tidak sampai @Rp 50.000 termasuk jastip.
Syukurlah, sebagai orang yang cukup perhitungan masalah anggaran, saya bisa belanja buku bagus murah namun tetap tidak gelap mata. Meskipun artinya, saya kehilangan beberapa kesempatan emas mendapatkan buku bagus karena kelamaan mikir, beli gak ya? Kemahalan gak ya? Udah berapa ya habisnya? Sampai akhirnya buku tersebut di “fix” orang lain.

Awalnya saya kira olshop tersebut belanja di Singapura atau Australia. Setelah paket buku sampai, dan ternyata ada label harganya, tempat belanja tersebut ada di Jakarta dan saya pernah membeli beberapa buku saat toko tersebut mengikuti Jakarta Book Fair. Waktu saya masih sering weekend-an ke Jakarta, kenapa saya tidak pernah tahu ya kalau toko buku ini rutin mengadakan pameran di mall-mall? Benar-benar belum berjodoh. But it’s fine, dengan membeli lewat olshop berjastip ini saja saya bisa dapat sesuai kebutuhan pribadi. Kalau untuk dijual lagi, hmmm…susah kali ya kecuali mau jual rugi.

Oh ya, mengenai harga buku yang tertera di instagram, ternyata sama persis dengan yang tertempel di label harga buku tersebut. So, saya lebih tenang enggak dimahalin sama penjualnya karena dia jujur bahwa keuntungannya ya lewat jastip itu tadi. Sebenarnya enak ya jualan dengan system seperti ini? Kita nggak perlu repot menghitung biaya kotor ditambah ini itu untuk menentukan harga jual. Tapi ya itu, harus benar-benar dekat dengan lokasi pembelian agar tidak tekor di transport.

Selain itu, saat nama akun saya muncul di kolom komentar live shopping tadi, saya pun banyak mendapat follow request dari akun penjual buku anak. Saya jadi tahu banyak akun online bookshop dan bisa membandingkan harga jual mereka, menemukan yang bagus dan murah, maupun yang namanya akunnya “murah” tapi malah mahal-mahal banget bukunya. Ada juga yang langsung mengirim message ke saya dan menawarkan bundling buku. Karena saya hitung per buku jatuhnya less than 20rb, saya beli walau dompet terkuras, haha… Alhamdulillah tidak mengecewakan walau saya tidak follow akun orang tersebut, tidak kenal siapa dia, dan hanya berdasar feeling dan kepercayaan saja.


Buat yang tertarik ikut live shopping buku anak, silakan hunting akunnya sendiri ya…hehe.. Soalnya tulisan ini hanya sharing pengalaman saja dan bukan promosi.  


0 komentar:

Post a Comment