Tuesday, May 9, 2017

Menikmati Big Bad Wolf Book Sale dari Jogja (Part 1: Memilih Jastip)


Apa reaksi seorang penggemar buku anak seperti saya ketika tahu Big Bad Wolf Books (BBW) datang lagi ke Indonesia? Pengen dateng!

Masalahnya, saya sudah di Jogja dengan status memiliki bayi yang belum genap tiga bulan. Sedih bukan kepalang. Saya sempat browsing harga tiket pesawat dan hotel, siapa tahu masih bisa datang. Lagi-lagi akal sehat saya mengingatkan resikonya membawa bayi kesana. Bukannya senang, bisa-bisa saya malah kerepotan dan tidak bisa menikmati.

Makin nyesel lagi kalau mengingat saat BBW pertama saya juga tidak kesana though it was only two hours driving, karena nggak klop dengan jadwal suami. Kesimpulannya, saya memang tidak berjodoh dengan BBW. Solusinya, pakai jastip alias jasa titip. (saya pernah membahas tentang jastip ini di sini)
Ternyata, memilih jastip itu tidak segampang yang dikira. Eh, memang saya aja yang ribet. Namanya juga emak emak, pilih jastip yang paling ekonomis hahaha…

Saya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk memilih jastip. Pertimbangannya antara lain:

1.          Biaya titip per buku
Rata-rata, setiap jastip mematok harga Rp 10.000 untuk setiap buku di bawah Rp 100.000. Ada yang lebih murah, ada yang lebih mahal.

2.          Ongkos kirim
Ini berkaitan dengan lokasi pengiriman jastip tersebut. Rata-rata memang di Jakarta atau Tangerang, tetapi ada juga yang di Jogja. Saya sempat ingin menggunakan yang sesama Jogja karena tidak perlu bayar ongkir, bisa diambil langsung ke rumah si jastip. Sayangnya, biaya jastipnya lebih mahal dibanding jastip lainnya. Kalau buku yang kita beli sedikit sih masih bisa untung. Tapi kalau banyak, misal 20 buku dengan jastip @RP 15.000 lumayan juga kan  Rp 300.000..  Sementara budget saya mungkin tidak akan mampu membeli buku lebih dari 3kg. Dengan JNE, ongkir Rp 19.000/kg berarti saya harus membayar tidak sampai Rp 60.000. Jika 1 kg setara dengan 6 buku misalnya, berarti jastipnya Rp 10.000x6 dikalikan 3kg sama dengan Rp 180.000. Tetap lebih murah yang dari Jakarta kan..

Contoh promo jastip di instagram

3.          Shopee
Buat yang sudah sering belanja online pasti tahu Shopee, sejenis portal belanja yang menawarkan free ongkir dengan transaksi minimal RP 120.000. syaratnya, kita juga harus punya akun Shopee. Dari beberapa jastip yang saya survey, ada satu yang menawarkan transaksi melalui Shopee di bio instagramnya.  Meskipun demikian, ada batas maksimalnya. Kalau tidak salah, ada juga yang sifatnya subsidi ongkir. Lumayan kan, bisa menghemat beberapa puluh ribu.

4.          Track record
Ini tidak kalah penting. Saya percaya, jastip yang sudah pengalaman biasanya sudah tahu medan. Bagaimana saya bisa menyimpulkan kualitas mereka? Kalau saya pribadi, lihat akun instagramnya. Ada yang memang spesialis jastip, itu pun masih bisa dikelompokkan lagi menjadi jastip khusus buku, jastip buku dan baju, bahkan jastip segala macam barang. Ada juga yang online bookstore biasa tetapi memutuskan untuk menjastipkan diri di BBW, dan ada juga perseorangan yang menerima jastip karena mereka memang mau.
Tips lain adalah melihat tampilan IG mereka. Saya melihat sampai ke foto terdahulu mereka, pilihan buku yang mereka jual, design dan kata-kata yang mereka pilih untuk mempromosikan diri, nomor kontak serta pencantuman rekening. Dari situ, saya cukup bisa melihat mana yang memang niat jadi jastip, yang sudah pengalaman di BBW, maupun yang anak kemarin sore.

5.          Aplikasi yang digunakan
Mayoritas jastip menggunakan LINE Karena katanya sih bisa memuat banyak foto dalam album-album terpisah, sehingga mudah diklasifikasikan. Ada juga yang melayani live shopping via instagram walau tidak banyak. Selain itu, grup LINE bersifat tertutup sehingga hanya mereka yang sudah di invite oleh admin lah yang bisa bergabung. Biasanya, syarat untuk bergabung dalam grup LINE tersebut adalah transfer deposit sebesar (rata-rata) Rp 100.000. Saya pun sudah ancang-ancang untuk mengunduh aplikasi LINE apabila sudah menjatuhkan pilihan pada sebuah jastip.  

6.          Presale Ticket
Satu hari sebelum BBW resmi dibuka, ada yang namanya acara Penjualan Perdana atau presale. Hanya yang memiliki tiket lah yang bisa masuk. Saya sendiri tidak tahu mekanisme mendapatkan tiketnya bagaimana, namun cukup banyak jastip yang memiliki tiket ini. Keuntungannya adalah, stok buku masih lengkap sehingga kemungkinan mendapatkan buku yang lebih bagus dan lebih murah lebih besar.


Baiklah, akhirnya saya sudah memantapkan hati memilih satu jastip setelah berpikir masak-masak. Serunya membeli buku di BBW akan saya tulis di postingan berikutnya.


0 komentar:

Post a Comment